Tentara Israel Serbu Ramallah dan Kota-Kota Tepi Barat

 ​

PASUKAN Israel melancarkan serangan paling dasyat terhadap kota-kota di Tepi Barat yang dijajah, Palestina. Itu dilakukan dalam salah satu serangan terbesar di wilayah tersebut sejak perang Israel terhadap Gaza dimulai pada Oktober.

Sedikitnya satu orang tewas setelah pasukan Israel melancarkan serangan semalam yang terkoordinasi di 10 kota, termasuk Hebron, Halhul, Nablus, Jenin, Tulkarem, el-Bireh, Yerikho, terutama pusat kota Ramallah, yang merupakan markas besar administratif Otoritas Palestina. Penggerebekan yang berlanjut hingga Kamis dini hari menargetkan gerai-gerai penukaran uang Palestina.

“Ini penggerebekan yang belum pernah kami lihat di pusat kota Ramallah, tidak seperti yang lain. Sejak 7 Oktober, kami belum pernah melihat penggerebekan sebesar ini,” kata Imran Khan dari Al-Jazeera yang melaporkan dari dekat lokasi kejadian pada Kamis (28/12).

Baca juga: Israel Curi Bagian Organ Tubuh Ini dari Jenazah di Gaza

Dia mengatakan bahwa serangan tak tertandingi itu dimulai pada pukul 01.00 waktu setempat pada Kamis dan berlangsung selama sekitar empat jam. Setidaknya 20 kendaraan memasuki Ramallah.

Pasukan Israel menggunakan gas air mata dan granat setrum untuk membersihkan jalan dan kemudian memblokade daerah tersebut, sebelum menggunakan ledakan terkendali untuk memasuki toko penukaran uang. Tentara menyita dokumen dan menangkap pemilik toko.

“Pihak Israel mengatakan (toko-toko itu) telah digunakan oleh gerakan perlawanan untuk membiayai kegiatan mereka,” kata Khan. Sekitar tiga toko penukaran uang digerebek di Ramallah dan beberapa lainnya di kota-kota lain.

Baca juga: Erdogan: Tidak Ada Perbedaan antara Netanyahu dan Hitler

“Secara keseluruhan, mereka benar-benar menyita sekitar US$2,5 juta dalam penggerebekan tersebut,” menurut koresponden Al-Jazeera.

Pada saat yang sama, bentrokan sengit terjadi di Alun-Alun al-Manara di pusat kota Ramallah. Satu orang tertembak dan tewas serta sedikitnya 15 lainnya terluka dalam konfrontasi antara tentara Israel dan warga Palestina.

“Kami merawat dan mengangkut empat orang Palestina yang terluka yang ditembak di bagian dada, bahu, kaki, dan area sensitif dengan peluru kaliber .223,” ujar Majd Omar, seorang paramedis dari Palestinian Life Society di Ramallah, kepada Al Jazeera.

Dia mengatakan bahwa mereka berhasil membawa beberapa orang yang terluka ke rumah sakit. Yang lain diangkut oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

PRCS mengatakan seorang warga Palestina terluka setelah ditembak oleh pasukan Israel di kota Nablus. Sembilan orang terluka dalam serangan terpisah di kota Halhul. Dua orang ditahan, kantor berita Palestina Wafa melaporkan.

Meskipun serangan Israel bukanlah hal yang aneh di Tepi Barat yang diduduki, kali ini skala, frekuensi, dan intensitasnya telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Rami Khouri, seorang pengajar di American University of Beirut, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa penggerebekan tersebut merupakan konfirmasi bahwa Israel bergerak untuk mencegah Tepi Barat yang diduduki meletus dalam konfrontasi melawan Israel di tengah perang di Gaza.

“Mereka tidak ingin Tepi Barat muncul sekarang sebagai (front) berikutnya,” katanya.

Menurut Mouin Rabbani, seorang analis Timur Tengah, eskalasi kekerasan di Tepi Barat yang diduduki merupakan bagian dari agenda beberapa pejabat Israel untuk mengonsolidasikan secara permanen kekuasaan Israel atas wilayah Palestina. “Mereka sengaja memprovokasi Palestina untuk menciptakan konflik sebanyak mungkin,” katanya kepada Al-Jazeera.

“Mereka bahkan memprovokasi pasukan keamanan Otoritas Palestina, karena dalam pandangan mereka, jika mereka terlibat dalam konflik, hal itu akan memberikan dalih bagi Israel untuk menghapuskan Otoritas Palestina,” tambahnya.

Kekerasan di seluruh Tepi Barat telah berkobar sejak perang Israel di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober. Sejak saat itu, lebih dari 300 orang telah tewas dalam serangan-serangan di sana dan hampir 4.800 warga Palestina telah ditangkap. Di Jalur Gaza, lebih dari 21.000 orang telah terbunuh dan setidaknya 55.000 orang terluka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober. (Al-Jazeera/Z-2)

 

Updated: Desember 28, 2023 — 9:12 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *